Advertisement

PLOT TWIST PARAH! Tiket Konser K-Pop Ludes 'Sold Out' di Vietnam Tapi Malah Bikin Buntung, Kok Bisa Sih Yeorobun?!

<h2>PLOT TWIST PARAH! Tiket Konser K-Pop Ludes 'Sold Out' di Vietnam Tapi Malah Bikin Buntung, Kok Bisa Sih Yeorobun?!</h2>

Annyeonghaseyo Yeorobun! K-netz dan K-Popers sejati wajib kumpul! Ada kabar panas sekaligus membingungkan dari industri pertunjukan luar negeri, khususnya di Vietnam. Kelihatan keren banget kan kalau kita lihat pengumuman "SOLD OUT" terpampang nyata di poster konser idol kesayangan kita? Eits, tunggu dulu! Ternyata realitanya nggak semanis yang ada di unggahan Instagram agensi, lho!

Menurut laporan dari media hiburan setempat, meskipun ribuan fans sudah war tiket mati-matian sampai semua kursi terisi penuh, para penyelenggara dan agensi ternyata masih berpotensi mengalami kerugian besar alias buntung! Lah, kok bisa? Bukannya kalau tiket ludes itu artinya cuang melimpah ruah? Nah, mari kita julid dan bedah bareng-bareng fakta mengejutkan di baliknya!

1. Biaya Produksi "Sultan" Tapi Harga Tiket Ditekan

Pertama-tama, mari kita bahas soal budget produksi. Idol K-Pop jaman now itu kalau menggelar konser nggak pernah main-main, Chingu! Mulai dari tata panggung yang mega megah, efek visual 3D, lighting kelas dunia, hingga rombongan dancer dan crew yang diterbangkan langsung dari Korea Selatan. Biaya logistik dan akomodasi mereka ini benar-benar bikin dompet promotor menjerit!

Sementara itu, di negara seperti Vietnam, promotor tidak bisa sembarangan mematok harga tiket setinggi langit seperti di Seoul atau Tokyo. Kalau terlalu mahal, yang ada malah tidak ada fans yang sanggup beli. Alhasil, demi mengejar status Sold Out, harga tiket terpaksa disesuaikan dengan daya beli pasar lokal. Sayangnya, total pendapatan dari penjualan tiket tersebut sering kali tidak cukup untuk menutup modal fantastis yang sudah dikeluarkan sejak awal!

2. Ulah Calo dan Fenomena "Ghost Audience"

Masalah kedua yang bikin gemes adalah ulah para calo alias tengkulak tiket! Saat sistem penjualan dibuka, tiket memang langsung sold out hanya dalam hitungan detik. Tapi tebak siapa yang memborongnya? Yup, oknum calo yang berharap bisa menjual kembali tiket tersebut dengan harga melambung tinggi ke fans yang putus asa.

Namun, jika mendekati hari H calo-calo ini gagal menjual tiketnya karena kemahalan, kursi di venue bisa berakhir kosong begitu saja. Yang lebih parahnya lagi, keuntungan fantastis dari harga mark-up calo itu masuk ke kantong pribadi mereka, bukan ke promotor atau agensi idol! Promotor hanya mendapatkan pemasukan murni dari harga resmi yang pas-pasan tadi.

3. Pajak Hiburan Tinggi dan Minimalnya Sponsor Lokal

Nggak cuma sampai di situ saja, Yeorobun! Masalah birokrasi, pajak hiburan yang tinggi di negara tujuan, serta biaya izin pertunjukan sering kali menggerogoti margin keuntungan yang sudah tipis. Promotor harus memutar otak setengah mati agar tidak minus makin dalam.

Ditambah lagi, di beberapa kawasan berkembang, dukungan dari sponsor korporat lokal masih belum semasif di negara-negara langganan tur K-Pop lainnya. Tanpa sponsorship yang kuat, mengandalkan ticket sales murni untuk menutup operasional konser K-Pop skala besar itu ibarat sedang melakukan aksi perjudian besar-besaran!

Dilema Agensi: Gengsi Nomor Satu, Untung Nomor Sekian?

Pada akhirnya, para K-netz julid pun mulai paham kenapa banyak agensi K-Pop yang berpikir ribuan kali untuk memasukkan negara tertentu ke dalam daftar tur dunia mereka. Status Sold Out memang bagus banget buat gengsi dan media play agar idol mereka terlihat sangat populer secara global.

Tapi kalau ujung-ujungnya harus menanggung rugi miliaran won, kasihan juga promotor lokal dan para idol-nya yang sudah capek-capek tampil maksimal tapi agensinya malah nombok. Kasus di Vietnam ini jadi bukti nyata bahwa kata "Sold Out" tidak selamanya berbanding lurus dengan keuntungan finansial.

Gimana nih menurut pendapat kalian, Chingu? Apakah agensi harus mulai realistis dengan harga tiket, atau tetap nekat menggelar konser rugi demi menyapa para fans di seluruh pelosok dunia? Tulis teori julid kalian di kolom komentar ya!

Sumber: https://news.google.com/rss/articles/CBMiggFBVV95cUxQbV9McmNOdWMxcU1PYVVuRHJvX01VeXVOdXVDMXV5RFBuZTlQd1JndW8tSVlfOFpmY0d2LWo5ZUpKRUphWU9pbGM3MlFENXhTNHdBOVBXd2c2VEpkYTZiT004WmV6ZlhkN2N4Y3ZFcVotWGFqeEFRNTJzVUVQN1RRd0lR?oc=5