Annyeonghaseyo, Yeorobun! Ada kabar yang super duper hot dan bikin kita semua angguk-angguk kepala setuju, nih. Siapa sih di antara kalian yang nggak punya mimpi buat menginjakkan kaki di tanah kelahirannya para oppa dan unnie kesayangan? Kayaknya hampir semua K-Popers sejati punya bucket list ini, deh. Nah, usut punya usut, ternyata tren "Hallyu" atau Korean Wave ini benar-benar bikin pariwisata Korea Selatan meledak parah dan kebanjiran turis asing!
Dilansir dari laporan media luar negeri baru-baru ini, pariwisata di Negeri Ginseng itu sekarang lagi berada di masa kejayaannya alias peak season terus-menerus. Semua ini berkat apa lagi kalau bukan kekuatan magis dari musik K-Pop dan pesona budayanya yang luar biasa menghipnotis masyarakat global. Dari jalanan estetik di Seoul sampai keindahan alam di Pulau Jeju, semuanya penuh sesak sama turis asing yang haus akan getaran ala drakor dan K-Pop.
Jujur ya Chingu, sebagai K-netz julid yang selalu up-to-date, kita sih nggak heran sama sekali. Siapa sih yang nggak tergoda buat foto di halte bus legendaris BTS di Pantai Hyangho, atau sekadar jajan tteokbokki di Myeongdong sambil berharap tiba-tiba papasan sama member NCT atau SEVENTEEN? Hal-hal "halu" yang dikemas estetik kayak gini nih yang bikin jutaan orang rela nabung mati-matian demi bisa terbang mendarat di Bandara Incheon.
Nggak cuma soal konser atau nge-hype agensi raksasa kayak HYBE, SM, YG, dan JYP aja, lho. Daya tarik budaya tradisional Korea juga ikutan naik kelas gara-gara sering nongol di konten-konten idol kesayangan. Sekarang tuh rasanya kurang afdol kalau jalan-jalan ke Korea tapi nggak sewa Hanbok terus foto-foto cantik di Istana Gyeongbokgung. Belum lagi wisata kulineran mukbang yang selalu sukses bikin air liur menetes. Pokoknya, taktik marketing pariwisata berkedok budaya ini emang patut diacungi jempol empat!
Fenomena ini juga sekaligus membuktikan kalau K-Pop itu bukan sekadar musik musiman yang bakal pudar dalam satu-dua tahun. Ini adalah industri raksasa yang benar-benar menggerakkan roda ekonomi negara! Bayangin aja, berapa banyak devisa yang masuk cuma dari dompet para fans internasional yang rela beli tiket konser, beli merchandise resmi di pop-up store, sampai bayar hotel mahal selama berminggu-minggu di sana? Benar-benar definisi "K-Pop menyelamatkan perekonomian bangsa" secara nyata!
Tapi nih ya, buat kita-kita kaum mendang-mending, melihat fenomena pariwisata yang meroket ini tuh rasanya kayak hubungan love-hate relationship. Di satu sisi, ada rasa bangga yang luar biasa melihat industri kreatif Asia bisa mendominasi dunia. Tapi di sisi lain, ya ampun, harga tiket pesawat dan akomodasi di Seoul makin hari makin nggak ngotak mahalnya! Belum lagi antrean di tempat-tempat hits yang makin mengular. Mau foto estetik tanpa bocor foto orang lain aja perjuangannya harus setara war tiket konser!
Pemerintah Korea Selatan sendiri kabarnya makin gencar memberikan berbagai kemudahan buat para turis asing, mulai dari kemudahan proses visa hingga menyelenggarakan event-event K-Pop gratis berskala besar. Mereka tahu betul gimana cara memanjakan para fangirl dan fanboy biar betah, royal membelanjakan uang, dan pastinya pengen balik lagi, lagi, dan lagi. Strategi yang sangat cerdik dan sangat memeras dompet kita ya, Yeorobun!
Nah, kalau kalian sendiri gimana, Chingu? Sudah siapkah tabungan kalian dijebol demi menyusul bias tercinta ke Korea Selatan tahun ini? Atau kalian masih di fase mengagumi dari jauh lewat layar kaca sambil nangisin photocard yang belum lengkap? Apa pun itu, tetep semangat nabung dan jangan lupa untuk selalu update info-info terpanas dunia Hallyu bareng kita! Keep stan, keep sane!