Advertisement

Bikin Geger! Drama di Balik 'Whiplash' aespa: Koreografer Saling Senggol Rebutan Kredit, Siapa yang Sebenarnya Berjasa?

<h2>Bikin Geger! Drama di Balik 'Whiplash' aespa: Koreografer Saling Senggol Rebutan Kredit, Siapa yang Sebenarnya Berjasa?</h2>

Annyeonghaseyo Yeorobun! Masih kengiang-ngiang sama ketukan seksi dari lagu "Whiplash" milik aespa yang super candu? Lagu ini memang sukses besar dan dance-nya langsung viral di berbagai platform media sosial. Tapi, di balik kesuksesan koreografi ikonik yang sering kita tarikan itu, ternyata ada drama panas yang lagi membara di belakang layar! Yup, para koreografernya dilaporkan sedang saling 'senggol' dan rebutan kredit. Wah, ada apa sih sebenarnya?

Sebagai K-Popers sejati yang haus akan gosip hangat, kita pasti tahu kalau kesuksesan sebuah comeback nggak pernah lepas dari peran koreografer genius. Namun, baru-baru ini jagat maya dihebohkan dengan kabar bahwa penghargaan untuk koreografi "Whiplash" jatuh ke tangan orang yang dinilai kurang tepat oleh pihak lain. Duh, langsung deh tercium bau-bau drama spill the tea yang super panas di kalangan dancer profesional Korea!

Cerita bermula saat beberapa koreografer yang ikut andil dalam pembuatan dance "Whiplash" mulai menyuarakan kekecewaan mereka di media sosial. Mereka merasa kerja kerasnya seperti 'dijajah' atau bahkan diklaim secara sepihak oleh orang lain yang akhirnya menerima penghargaan resmi atas koreografi tersebut. Sontak saja, netizen Korea (K-netz) yang terkenal jeli langsung pasang mata dan telinga lebar-lebar buat nyari tahu siapa oknum yang dimaksud.

Usut punya usut, sistem kerja di agensi raksasa seperti SM Entertainment memang sering menggabungkan draf koreografi dari beberapa tim dancer yang berbeda. Jadi, hasil akhir "Whiplash" yang kita lihat sekarang adalah hasil hybrid alias gabungan dari ide-ide kreatif banyak kepala. Masalahnya, ketika saatnya pembagian kredit dan penerimaan penghargaan, sering kali ada pihak yang merasa dikesampingkan dan kerja kerasnya tidak dihargai secara adil.

Kalimat "The award went to someone else" langsung menjadi sumbu kompor yang membakar emosi publik. Bayangkan saja, Chingu, kamu yang sudah begadang berminggu-minggu menciptakan gerakan leher patah-patah yang ikonik itu, tapi pas acara penghargaan bergengsi, malah nama orang lain yang dipanggil ke atas panggung untuk menerima piala. Rasanya pasti nyesek banget dan pengen langsung rebel, kan? Hal inilah yang memicu aksi saling sindir di Instagram Story para koreografer tersebut.

Menanggapi kontroversi panas ini, K-netz pun langsung terbelah menjadi beberapa kubu. Ada yang mengkritik keras pihak agensi karena dinilai kurang transparan dalam pembagian kredit lagu maupun tari. "SM harusnya lebih profesional. Jangan sampai kerja keras para dancer indie dikorbankan demi menaikkan reputasi satu nama besar saja," komentar salah satu K-netz dengan nada julid di forum komunitas online.

Tapi tenang dulu, Yeorobun! Drama panas ini sama sekali nggak melibatkan para member aespa, ya. Karina, Giselle, Winter, dan Ningning tetap bekerja secara profesional dan membawakan lagu ini dengan sangat sempurna hingga berhasil meraih predikat hit global. Justru para penggemar merasa kasihan karena mahakarya sehebat "Whiplash" harus sedikit ternoda oleh konflik internal para pembuat gerakannya.

Sampai saat ini, netizen masih terus memantau perkembangan drama perebutan kredit koreografi ini. Apakah pihak agensi atau asosiasi penghargaan terkait akan memberikan klarifikasi resmi untuk meredam amarah para koreografer asli? Kita tunggu saja kelanjutannya ya, Chingu! Menurut kamu sendiri, siapa nih yang paling berhak mendapatkan apresiasi penuh untuk dance ikonik "Whiplash" ini? Yuk, tulis teori julid kalian!

Sumber: https://www.koreaboo.com/news/aespa-whiplash-controversy-choreographers-fight-credit/