Annyeonghaseyo, Yeorobun! Kali ini kita harus kesampingkan dulu kabar comeback yang ceria, karena ada berita super gelap dan bikin darah tinggi dari industri K-Pop. Dunia hiburan Korea Selatan lagi diguncang hebat sama kelakuan bejat seorang CEO agensi yang tega melakukan pelecehan seksual kepada member girl group yang masih di bawah umur (minor). Detail yang terungkap di pengadilan benar-benar bikin mual dan sukses memicu amarah K-netz sampai ke ubun-ubun!
Kabar terbaru menyebutkan bahwa keadilan perlahan mulai berpihak pada korban. Pengadilan dilaporkan telah memenangkan gugatan dua member tambahan dari grup tersebut untuk memutuskan kontrak eksklusif mereka dengan agensi laknat ini. Keputusan ini diambil setelah hakim melihat langsung bukti-bukti dan detail mengerikan dari tindakan pelecehan yang dilakukan sang CEO kepada rekan satu grup mereka yang masih sangat muda.
Bayangkan saja, Chingu, mimpi indah anak-anak gadis ini untuk bersinar di atas panggung malah berubah jadi mimpi buruk yang traumatik. Alih-alih dilindungi dan didebitukan dengan layak, mereka justru dijadikan objek pemuasan nafsu oleh orang yang punya kekuasaan tertinggi di agensi tersebut. Gila banget, kan? Netizen Korea yang biasanya suka berdebat, kali ini kompak bersatu buat mengutuk habis-habisan si CEO tak tahu diri ini!
Meskipun detail spesifik mengenai tindakan asusila tersebut tidak diekspos secara vulgar demi melindungi privasi korban yang masih di bawah umur, laporan dari ruang sidang menyatakan bahwa tindakan sang CEO sangatlah "menjijikkan" dan memanfaatkan relasi kuasa. Korban dipaksa tunduk di bawah ancaman bahwa karier mereka akan dihancurkan jika berani menolak atau melapor. Benar-benar definisi monster berkedok penyelamat mimpi!
Keputusan pengadilan yang membebaskan dua member lainnya ini tentu menjadi angin segar di tengah awan mendung kasus ini. Pengadilan menyatakan bahwa hubungan kepercayaan antara agensi dan artisnya telah rusak sepenuhnya dan tidak mungkin bisa diperbaiki lagi. Langkah ini dinilai sangat tepat karena memaksa para member tetap tinggal di agensi tersebut sama saja dengan menyiksa psikologis mereka secara perlahan.
Reaksi K-netz pun langsung meledak di berbagai forum komunitas online seperti Pann dan Instiz. Banyak yang menuntut agar identitas sang CEO dan agensinya dibuka lebar-lebar ke publik agar tidak ada korban baru di masa depan. "Keluarkan dia dari industri ini dan masukkan ke penjara selamanya!" tulis salah satu netizen yang murka. Ada juga yang berkomentar, "Hati saya hancur memikirkan apa yang harus dilalui oleh anak-anak itu di usia yang begitu muda."
Kasus ini seolah menjadi alarm keras bagi industri K-Pop yang terlihat berkilauan di luar, namun ternyata masih menyimpan sisi gelap yang sangat mengerikan, terutama di agensi-agensi kecil (nugu). Kurangnya pengawasan terhadap agensi rintisan membuat para trainee dan idol minor sangat rentan menjadi korban eksploitasi oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang haus kekuasaan.
Mari kita kawal terus kasus ini sampai tuntas, Yeorobun! Kita semua berharap para korban bisa mendapatkan penanganan trauma yang tepat dan pelaku mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya tanpa ada ampun. Tetap dukung para member yang sudah berani bersuara ya, Chingu. Bagaimana menurut kalian tentang kasus yang bikin geleng-geleng kepala ini? Spill pendapat kalian di kolom komentar!
Sumber: Koreaboo