Annyeonghaseyo yeorobun! Kembali lagi dengan gosip terpanas dan paling bikin dahi mengkerut dari jagat raya K-Pop yang nggak pernah sepi dari drama. Kali ini, netizen Korea alias K-Netz lagi-lagi dibuat heboh dan meradang oleh kabar terbaru dari salah satu member BTS, yaitu Jimin. Bukannya dapet ucapan selamat yang manis, prestasi terbaru doi di tangga lagu justru panen hujatan dan cibiran pedas. Duh, kok bisa sih megaproyek sekelas Jimin malah kena imbasnya?
Jadi gini, Chingu. Jimin baru saja menorehkan prestasi gemilang lewat rilisan terbarunya yang sukses nangkring di posisi puncak. Harusnya sih, pencapaian ini bikin ARMY (fandom BTS) bangga setengah mati dan langsung tumpengan. Tapi anehnya, begitu berita kemenangan dan rekor ini naik ke permukaan, kolom komentar di berbagai forum komunitas online Korea seperti Pann dan TheQoo langsung memanas bak disiram bensin. Bukannya dipuji setinggi langit, Jimin malah kena backlash alias respons negatif yang cukup keras dari netizen umum. Yuk, kita spill the tea bareng-bareng!
Kita semua tahu kan kalau akhir-akhir ini tensi di dunia per-Kpop-an lagi tinggi-tingginya, terutama yang menyeret agensi raksasa HYBE dalam berbagai konflik internal dan eksternal. Di tengah-tengah badai kontroversi yang belum reda itu, setiap gerak-gerik artis di bawah naungan HYBE, termasuk Jimin BTS yang saat ini sedang menjalani wajib militer (wamil), langsung jadi sasaran empuk sorotan tajam publik. Netizen Korea tampaknya lagi dalam mode super sensitif dan skeptis terhadap apa pun yang dirilis oleh agensi tersebut.
Prestasi terbaru Jimin ini dituding "nggak organik" oleh sebagian besar K-Netz yang julid. Banyak yang meragukan keabsahan angka-angka streaming dan poin tinggi yang didapatkan Jimin untuk lagu terbarunya. Netizen yang kritis mulai membandingkan pencapaian grafik Jimin dengan lagu-lagu hits lain yang dianggap jauh lebih populer di kalangan masyarakat umum (General Public/GP) Korea, namun anehnya malah kalah saing di tangga lagu domestik.
"Apakah ini hasil manipulasi massal lagi?" atau "Gimana bisa lagu yang bahkan nggak pernah kudengar diputar di jalanan tiba-tiba menang peringkat satu dan memecahkan rekor?" tulis salah seorang K-Netz dengan nada sinis di forum komunitas online. Nggak sedikit pula netizen yang melayangkan tuduhan miring mengenai taktik "sajaegi" (manipulasi grafik) atau taktik pemasaran massal yang dinilai tidak sehat demi mempertahankan reputasi artisnya di tengah gempuran opini publik yang negatif belakangan ini. Sadis banget ya, Chingu!
Tentu saja, ARMY tidak tinggal diam melihat idola kesayangan mereka diserang habis-habisan. Fans internasional maupun domestik langsung pasang badan dan memberikan bukti-bukti kuat kalau kemenangan Jimin murni karena kerja keras dedikasi fandom yang melakukan streaming dan buying secara legal dan global. Mereka menegaskan kalau popularitas Jimin itu levelnya sudah mendunia, jadi sangat wajar jika angka statistiknya terlihat fantastis dan mendominasi. Namun bagi K-Netz yang skeptis, pembelaan fans ini sering kali dianggap angin lalu.
Kontroversi ini jelas memperkeruh suasana dan memicu perdebatan panjang mengenai definisi "prestasi yang sehat" di industri K-Pop saat ini. BTS yang selama ini dikenal sebagai "Pride of South Korea" dengan reputasi bersih kini harus menghadapi ujian berat berupa penurunan simpati dari publik lokal akibat konflik agensi mereka yang terus berlarut-larut. Apakah sentimen negatif ini murni karena kebencian sesaat, atau memang ada kejenuhan dari publik terhadap dominasi chart yang dianggap dikuasai oleh kekuatan fandom besar?
Nah, kalau menurut pandangan kalian gimana nih, Yeorobun? Apakah K-Netz cuma sekadar sirik dan terlalu sensitif dengan kesuksesan global Jimin BTS, atau memang ada poin masuk akal dari kritik yang mereka sampaikan kali ini? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya, dan ingat, tetap jaga kedamaian dunia fandom! Keep update terus bareng kita ya! Annyeong!