Annyeonghaseyo yeorobun! Industri hiburan K-Pop kembali diguncang isu panas yang bikin tensi darah naik drastis. Kali ini datang dari agensi raksasa SM Entertainment yang lagi-lagi bikin ulah dan membuat NCTzen (fans NCT) elus dada berjamaah. Bagaimana tidak, di tengah kasus hukum mantan member NCT, Taeil, yang sangat sensitif, tiba-tiba ada kejadian di lapangan yang bikin publik geleng-geleng kepala dan emosi jiwa.
Jadi gini, Chingu. Baru-baru ini diadakan sebuah event resmi NCT yang menampilkan dan menjual barang-barang pribadi hasil donasi dari para member NCT yang masih aktif. Tujuannya sih sangat mulia ya, yaitu untuk amal. Tapi, netizen bermata elang langsung menemukan kejanggalan yang bikin syok berat: baju milik Taeil—yang statusnya sudah didepak dari grup karena kasus kejahatan seksual—ternyata ikutan dipajang dan dijual di sana! Gebrakan macam apa lagi ini, SM?
Kita semua tahu kan kalau Taeil sekarang sudah bukan lagi bagian dari NCT setelah terseret kasus dugaan kejahatan seksual yang super duper serius beberapa waktu lalu. Bahkan, julukan "Idol-Turned-Sex Offender" alias mantan idol yang jadi pelaku kejahatan seksual sudah melekat erat di namanya. Jadi, bayangkan betapa plot twist-nya ketika barang-barang dari seorang terduga pelaku kriminal masih gentayangan di acara resmi grup yang sudah ia cemarkan nama baiknya.
Sontak saja, hal ini langsung memicu gelombang amarah yang luar biasa dari K-Netz (Netizen Korea) dan fans internasional. Banyak penggemar yang datang ke acara bazar tersebut memotret gantungan baju yang diduga kuat milik Taeil. Fans mengaku langsung merasa "merinding" dan jijik saat menyadari bahwa barang milik mantan main vocalist tersebut masih dipajang dengan santainya seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Netizen pun langsung menyerang manajemen SM Entertainment dengan komentar-komentar super pedas. Mereka mempertanyakan kinerja staf agensi yang dinilai sangat ceroboh dan tidak profesional. "Apakah staf mereka tidak melakukan quality control sebelum acara dimulai?" atau "SM benar-benar agensi badut, masa barang milik pelaku kriminal seksual tidak disingkirkan terlebih dahulu?" begitu komentar-komentar julid yang bertebaran di forum komunitas online Korea seperti Pann dan TheQoo.
Keputusan ceroboh ini dinilai sangat merugikan member NCT lainnya yang saat ini sedang bekerja keras setengah mati untuk memulihkan citra grup pasca-skandal besar Taeil. Niatnya ingin membuat acara donasi yang positif dan penuh cinta, eh malah harus kena imbas backlash negatif yang parah gara-gara kelalaian manajemen. Kasihan banget kan bias-bias kesayangan kita yang harus ikut menanggung getahnya, Chingu?
Beberapa K-Netz bahkan berkomentar dengan nada super sarkastik dan penuh emosi. "Apakah SM Entertainment kekurangan uang sampai-sampai harus menjual baju pelaku kejahatan seksual?" tulis salah satu netizen. Ada juga yang berspekulasi kalau pihak agensi sengaja membiarkan hal ini terjadi demi mengosongkan gudang mereka tanpa memikirkan perasaan korban dan para penggemar yang masih trauma dengan skandal tersebut.
Sampai artikel ini ditulis, pihak SM Entertainment masih bungkam seribu bahasa dan belum memberikan klarifikasi resmi terkait blunder fatal yang memicu kontroversi panas ini. Duh, semoga agensi segera sadar dan lebih peka ya, Yeorobun! Kalau menurut kalian sendiri gimana nih, Chingu? Apakah ini murni kelalaian staf yang kurang teliti, atau memang ada unsur kesengajaan? Yuk, tulis komentar julid dan pendapat kalian di bawah!
Sumber: Koreaboo