Annyeonghaseyo, Yeorobun! Kembali lagi bersama jurnalis kesayangan kalian yang paling *up-to-date* dan siap membagikan teh hangat terpanas dari jagat hiburan Korea Selatan. Kali ini, ada kabar yang bener-bener bikin dahi mengkerut sekaligus bikin jagat Twitter (X) gempar semalaman. Siapkan camilan kalian, karena drama kali ini melibatkan boy group nomor satu di dunia, BTS, dan sebuah... aplikasi kencan gay! Duh, kok bisa sih?!
Baru-baru ini, sebuah postingan di komunitas online mendadak viral dan langsung jadi bahan gunjingan hangat netizen Korea (K-netz) serta K-Popers internasional. Gak tanggung-tanggung, sebuah aplikasi kencan khusus gay tiba-tiba kena *mass report* alias dilaporkan secara massal oleh para penggemar. Penyebabnya? Aplikasi tersebut kedapatan menyebut-nyebut nama BTS dalam aktivitas promosi atau postingan mereka. Waduh, cari perkara banget gak sih, Chingu?
Kronologinya bermula ketika postingan yang memperlihatkan aplikasi tersebut membawa nama RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook viral di media sosial. Para penggemar BTS, alias ARMY, yang terkenal memiliki solidaritas sekuat baja dan radar selevel FBI, langsung mendeteksi hal ini. Tanpa babibu, mereka langsung menyuarakan kemarahan karena merasa nama sang idola telah disalahgunakan demi kepentingan komersial yang tidak relevan.
Bagi ARMY dan K-netz, tindakan aplikasi kencan ini dianggap sangat tidak sopan dan melanggar batas. Menggunakan nama grup sebesar BTS tanpa izin resmi dari agensi (BIGHIT MUSIC/HYBE) untuk mempromosikan aplikasi kencan—terlepas dari apa pun orientasi seksualnya—adalah hal yang ilegal dan masuk kategori *pansos* alias panjat sosial tingkat dewa! "Maksudnya apa coba bawa-bawa BTS? Mau dapet pengguna gratisan ya?" celetuk salah satu netizen julid di forum online.
Gelombang kemarahan netizen pun tak terbendung. Dalam hitungan jam, ajakan untuk melakukan *mass report* terhadap akun media sosial bahkan aplikasi tersebut langsung menyebar luas. Para penggemar kompak menuntut agar aplikasi tersebut segera menghapus postingan tersebut dan meminta maaf secara terbuka. Mereka khawatir citra BTS bisa disalahartikan oleh publik non-Kpop akibat taktik marketing murahan ini.
"Gak usah bawa-bawa BTS buat marketing busuk kalian! Tolong hargai privasi dan nama baik artis kami," tulis seorang K-poper dengan nada murka di platform X. Netizen lain juga menambahkan dengan gaya julid khasnya, "Kayaknya tim marketing aplikasi itu lagi kurang minum air putih deh, berani-beraninya senggol BTS. Apa mereka gak tahu kalau pengacara HYBE itu kerjanya secepat kilat?"
Kasus ini pun menjadi pelajaran berharga bagi banyak brand dan penyedia jasa di luar sana. Menggunakan popularitas idol K-Pop kelas dunia seperti BTS untuk taktik marketing *clickbait* tanpa kerja sama resmi adalah langkah bunuh diri. Alih-alih mendapatkan untung dan viral secara positif, yang ada malah kena amuk massa dari fandom terbesar di dunia!
Sampai saat ini, postingan asli yang memicu kontroversi tersebut kabarnya sudah mulai hilang dari peredaran akibat laporan massal yang bertubi-tubi dari para penggemar. Hmm, gimana nih menurut pendapat kalian, Yeorobun? Apakah reaksi para penggemar ini sudah tepat untuk melindungi sang idola, atau justru terlalu berlebihan? Yuk, tulis komentar julid dan analisis kalian di bawah!
Sumber: Koreaboo