Annyeonghaseyo, Yeorobun! Kembali lagi bersama jurnalis kesayangan kalian yang paling up-to-date dan siap menumpahkan teh hangat (baca: gosip) dari industri hiburan Korea Selatan. Kali ini, kita harus bahas sesuatu yang lagi bikin jagat maya gempar sampai ke akar-akarnya. Netflix, platform raksasa yang biasanya dipuja-puja karena sukses merilis drakor legendaris seperti Squid Game atau The Glory, mendadak kena semprot! Salah satu rilisan terbaru mereka dinobatkan sebagai "Acara Korea Terburuk yang Pernah Diproduksi". Waduh, kok bisa sih?
Kabar ini langsung jadi trending topic hangat di kalangan K-Netz (Netizen Korea) di berbagai forum komunitas online seperti TheQoo dan Pann. Banyak yang heran, dengan budget raksasa yang dimiliki Netflix, kok bisa-bisanya mereka meloloskan acara dengan kualitas yang bikin penonton elus dada sepanjang episode. Dari segi konsep sampai eksekusi, penonton merasa proyek ini benar-benar zonk dan bikin menyesal setengah mati karena sudah telanjur meluangkan waktu untuk menonton.
Bagi kalian para pencinta K-Content yang kepo maksimal, mari kita ulik kenapa acara ini bisa dihujat habis-habisan. Menurut ulasan yang beredar, banyak penonton yang mengeluhkan alur cerita yang super membosankan, akting yang kaku, hingga konsep reality show yang dianggap terlalu dipaksakan dan cringe abis! Aura kecanggungan para pemainnya bahkan disebut-sebut sampai menembus layar kaca penonton di rumah. Duh, bayangin aja betapa tersiksanya menonton acara berdurasi berjam-jam dengan kualitas seadanya begitu, Chingu!
K-Netz yang terkenal dengan komentar pedasnya pun langsung meluncurkan aksi "julid" berjamaah. Salah satu komentar yang paling banyak mendapat upvote berbunyi, "Aku butuh ganti rugi waktu dan kuota internet setelah menonton ini. Benar-benar bencana!" Ada juga netizen lain yang berkomentar sinis, "Apakah Netflix kekurangan kurator? Bagaimana bisa proyek sekacau ini mendapatkan lampu hijau untuk diproduksi?" Kebayang kan seberapa kecewanya mereka?
Gak cuma diserang oleh netizen lokal di Korea, gelombang kekecewaan ini ternyata juga sudah menular ke fans internasional, lho. Di platform media sosial X (yang dulu bernama Twitter) dan Reddit, banyak penonton luar negeri yang setuju kalau acara ini adalah titik terendah dari kolaborasi konten Korea dan Netflix. Beberapa bahkan menyebutnya sebagai taktik clickbait Netflix demi mendongkrak viewers dengan mengorbankan kualitas seni yang biasanya dijaga ketat oleh industri hiburan Hallyu.
Fenomena ini tentu jadi tamparan keras bagi Netflix. Di tengah persaingan ketat dengan platform streaming lain seperti Disney+ dan TVING yang terus merilis konten berkualitas, kegagalan fatal seperti ini bisa berdampak buruk bagi reputasi mereka. Banyak yang berspekulasi bahwa Netflix terlalu terburu-buru mengejar kuantitas konten demi memuaskan algoritma, tanpa memikirkan matang-matang apakah acara tersebut memang layak tonton atau hanya sekadar sampah visual.
Nah, sekarang giliran kalian nih, Yeorobun! Apakah kalian termasuk salah satu korban yang sudah telanjur menonton acara yang sedang dirujak massal ini? Atau kalian justru punya opini berbeda dan merasa acara ini sebenarnya lumayan menghibur untuk mengisi waktu luang di akhir pekan? Memang sih, selera orang berbeda-beda, tapi kalau K-Netz sudah bersatu memberikan ulasan negatif, biasanya sih emang zonk-nya gak main-main!
Daripada kalian makin penasaran dan mati kepo, mendingan langsung meluncur dan baca detail lengkap mengenai acara apa yang dimaksud dalam artikel aslinya. Siapkan camilan kalian dan mari kita bergosip ria di kolom komentar! Jangan lupa untuk tetap pantau artikel selanjutnya agar kalian gak ketinggalan berita terpanas seputar dunia drakor, K-Pop, dan gosip artis Korea ter-update lainnya. Bye-bye, Chingu!
Sumber: https://www.koreaboo.com/stories/quite-possibly-netflix-worst-korean-show-theyve-ever-produced/