Annyeonghaseyo, Yeorobun! Kembali lagi bersama editor kesayangan kalian yang siap membagikan asupan gosip K-Pop paling hangat dan bikin geleng-geleng kepala. Kali ini, kita gak bakal bahas soal pencapaian chart atau comeback kece, melainkan sebuah pengakuan mengejutkan yang sukses bikin seluruh komunitas pencinta K-Pop gempar. Siapkan camilan kalian, karena teh yang tumpah kali ini benar-benar panas membara!
Dunia hiburan Korea Selatan baru-baru ini dikejutkan oleh pengakuan berani dari seorang idol pria dari generasi ke-4. Tanpa ragu, sang idol membongkar apa yang ia sebut sebagai sistem trainee "jahat" alias evil trainee system di bawah naungan agensi raksasa, HYBE. Ya, kalian tidak salah dengar, HYBE—rumah dari grup-grup megabintang global seperti BTS, SEVENTEEN, TXT, hingga NewJeans!
Bagi sebagian besar Chingu, bisa lolos audisi dan menjadi trainee di HYBE mungkin terdengar seperti mimpi yang jadi kenyataan, bukan? Bayangkan saja fasilitas mewah, gedung megah, dan jaminan popularitas di masa depan. Namun, siapa sangka di balik kemilau tersebut, ada sistem eliminasi dan pelatihan yang sangat menekan mental hingga membuat netizen Korea (K-netz) merasa sangat terganggu setelah mendengarnya.
Dalam pengakuannya yang viral, sang idol menceritakan bagaimana kejamnya sistem evaluasi mingguan dan bulanan yang diterapkan di sana. Menurutnya, lingkungan kompetisi dibuat sedemikian rupa hingga para trainee tidak bisa memercayai satu sama lain. Alih-alih berteman dan saling mendukung, mereka dipaksa untuk saling menjatuhkan demi mempertahankan posisi mereka agar tidak didepak dari agensi.
"Mereka memperlakukan kami seperti produk di pabrik, bukan manusia," ungkap sang idol yang langsung membuat netizen merinding. Ia juga membeberkan bahwa tekanan psikologis yang mereka terima selama masa pelatihan jauh lebih menyiksa daripada latihan fisik yang melelahkan. Setiap hari diisi dengan rasa cemas yang luar biasa, di mana satu kesalahan kecil saja bisa langsung mengakhiri mimpi mereka yang sudah dibangun bertahun-tahun.
Tentu saja, pengakuan blak-blakan ini langsung memicu reaksi keras dari K-netz dan fans internasional. Banyak netizen yang mengaku sangat terganggu dan sedih setelah mengetahui realitas pahit ini. Di berbagai forum komunitas online, netizen mulai mempertanyakan etika dari agensi-agensi besar yang dinilai terlalu mengeksploitasi mimpi anak-anak muda demi keuntungan finansial semata.
Beberapa K-netz berkomentar, "Pantas saja banyak trainee berbakat yang tiba-tiba hengkang sebelum debut," sementara yang lain menulis, "Ini bukan lagi pelatihan, ini adalah penyiksaan mental yang dilegalkan atas nama industri." Diskusi ini pun semakin melebar dan memicu perdebatan lama mengenai perlu tidaknya regulasi yang lebih ketat untuk melindungi kesehatan mental para trainee K-Pop yang rata-rata masih berusia sangat muda.
Wah, kalau dipikir-pikir, industri K-Pop memang selalu punya sisi gelap yang bikin kita elus dada ya, Chingu. Di balik koreografi yang sinkron dan senyuman manis di atas panggung, ada air mata dan trauma yang harus mereka bayar mahal. Bagaimana menurut kalian, Yeorobun? Apakah sistem ketat seperti ini memang wajar demi menghasilkan bintang kelas dunia, atau agensi sudah kelewat batas? Yuk, tulis opini julid dan peduli kalian di kolom komentar!
Sumber: Koreaboo