Annyeonghaseyo, Yeorobun! Kembali lagi bersama jurnalis ter-julid dan paling up-to-date se-fandom K-Pop! Hari ini kita kedatangan berita yang bener-bener bikin tensi darah naik ke ubun-ubun. Gimana nggak, dunia per-K-Pop-an lagi diguncang sama aksi super nekat dan minim etika dari seorang jurnalis barat yang tega-teganya melakukan "outing" atau membongkar orientasi seksual seorang idol K-Pop populer di media sosial. Duh, baru mulai aja udah bikin emosi ya, Chingu?
Jadi gini kronologinya, Chingu. Jagat maya, khususnya TikTok, lagi dihebohkan sama video dari seorang jurnalis hiburan yang blak-blakan mengklaim bahwa ada salah satu idol K-Pop pria papan atas yang sebenarnya adalah seorang gay. Nggak pakai sensor atau inisial yang rumit, jurnalis ini kayaknya sengaja banget pengen dapet panggung dan mencari clout dengan cara menge-spill kehidupan pribadi sang idol tanpa persetujuan yang bersangkutan. Kurang kerjaan banget gak sih?!
Melihat aksi minim empati ini, netizen Korea (K-Netz) dan K-Popers internasional langsung bersatu padu pasang badan. Nggak butuh waktu lama, kolom komentar jurnalis tersebut langsung "diteror" dengan kritik super pedas dan kecaman keras. Banyak yang menilai tindakan meng-outing seseorang, apalagi seorang public figure di industri se-sensitif K-Pop, adalah tindakan yang sangat jahat dan bisa menghancurkan karier sang idol seketika.
Yang bikin makin geram nih, Yeorobun, jurnalis ini seolah nggak merasa bersalah sama sekali dan malah membela diri dengan tameng yang bikin geleng-geleng kepala. Di tengah hujatan yang datang bertubi-tubi, muncul argumen defensif dari pendukungnya yang bilang, "Mereka bertingkah seolah-olah ilegal bagi kita untuk menganggap seorang pria gay itu seksi..." Duh, tolong ya! Poinnya bukan di situ, tapi masalah privasi dan etika jurnalistik yang kamu tabrak demi konten fyp!
Kita semua tahu kan kalau Korea Selatan itu masih tergolong negara yang cukup konservatif soal isu LGBTQ+. Melakukan outing secara paksa kepada seorang idol K-Pop bukan cuma masalah privasi yang dilanggar, tapi juga bisa mengancam keselamatan mental, kontrak kerja dengan brand besar, hingga masa depan grupnya sendiri. K-Netz pun menyayangkan sikap jurnalis barat ini yang dianggap menyamakan budaya barat yang super bebas dengan industri K-Pop yang penuh aturan ketat.
Nggak tinggal diam, fandom dari idol yang bersangkutan langsung gerak cepat (gercep) melakukan aksi bersih-bersih pencarian di media sosial agar nama sang idol tidak tercemar. Mereka kompak menuntut agar video tersebut segera dihapus dan akun jurnalis itu di-report massal. "Tolong hormati privasinya! Orientasi seksual seseorang bukanlah konsumsi publik atau bahan gosip murahan untuk menaikkan engagement-mu!" tulis salah satu netizen dengan penuh amarah di Twitter (X).
Sebagai sesama pecinta dunia hiburan (tapi versi yang punya etika dan julidnya sehat ya, haha!), tindakan jurnalis asing ini bener-bener mencoreng profesi jurnalisme itu sendiri. Alih-alih menyajikan berita yang kredibel, edukatif, dan berdasarkan fakta resmi, ia malah bertingkah layaknya akun gosip sasaeng atau hater yang haus perhatian. Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa batas antara "penasaran" dan "melanggar privasi" itu sangatlah tipis, Chingu.
Sampai saat ini, gelombang protes masih terus mengalir deras dan jurnalis tersebut dikabarkan mulai membatasi kolom komentarnya karena nggak kuat menahan "reog" dari para K-Popers yang murka. Nah, kalau menurut Yeorobun sendiri gimana nih? Apakah tindakan jurnalis ini sudah kelewat batas dan layak di-blacklist, atau netizen yang terlalu sensitif? Yuk, tulis opini julid nan cerdas kalian di kolom komentar ya! Jangan lupa share artikel ini ke sirkel K-Pop kalian biar gak ketinggalan info terpanas minggu ini! Bye-bye!
Sumber: https://www.koreaboo.com/news/jouraist-outing-kpop-idol-tiktok/